Kamis, 27 Desember 2012

#4 Makalah SQ (Spiritual Quotient)


Bab I. Pendahuluan


1.1 Latar Belakang Masalah

                   Di era globalisasi ini, kehidupan manusia semakin maju. Manusia dituntut untuk meningkatkan kemampuan intelektual sehingga mereka dapat memperoleh kesuksesan dalam karirnya. Utamanya generasi muda yaitu para remaja. Tetapi karena hal tersebut, banyak remaja yang kehilangan jiwa spiritualnya sehingga emosi mereka tidak terkontrol. Merekalah yang selalu dituntut meningkatkan kecerdasan intelektualnya tanpa mengerti bahwa ada dua kecerdasan lain yang harus mereka tingkatkan. Hal ini menyebabkan munculnya pemikiran tidak yakin terhadap agama. Akhirnya banyak yang bersaing meningkatkan kecerdasan intelektualnya dengan berbagai cara dan tidak memperhatikan kecerdasan lain yang mereka butuhkan.
                   Namun, di sisi lain, mereka tidak sadar bahwa kesuksesan mereka juga dibantu oleh kecerdasan spiritual atau SQ. SQ di sini adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan hal yang berhubungan di luar jiwa sadar manusia atau dalam pengertian sederhana yaitu kecerdasan jiwa. Orang tua juga mempengaruhi pikiran remaja agar selalu mengembangkan kecerdasan intelektual tanpa mengerti bahwa SQ juga berperan penting. Tapi ada juga sebagian orang tua yang mendukung anaknya untuk mengembangkan SQ karena dipengaruhi pengetahuan orang tua tersebut tentang pentingnya peranan SQ. Hasilnya, remaja yang didukung pengembangan SQ-nya berbeda dengan remaja yang dikembangkan IQ-nya saja.
                   Anak yang didukung pengembangan SQ, biasanya hidup mereka lebih berkarakter dan menyadari keseimbangan antara intelektual, emosi, dan spiritual dalam diri mereka. Mereka punya iman untuk menghindar dari keburukan. Sedangkan anak yang dituntut mengembangkan IQ tanpa SQ, biasanya mereka hanya cerdas tetapi karakter mereka mudah terpengaruh dengan keburukan. Contoh anak yang dididik IQ-nya saja, yaitu para pejabat. Banyak diantara mereka yang cerdas IQ namun mereka melakukan hal buruk yaitu korupsi. Bukan kebahagiaan yang mereka dapat tetapi mereka malah harus mendekam di penjara.
                   Sebaiknya dalam mengendalikan IQ, SQ pun harus dikembangkan karena SQ merupakan titik seimbang antara kecerdasan intelektual (IQ) dengan kecerdasan emosional (EQ). Dengan begitu, akan muncul manusia yang cerdas intelektualnya dan juga cerdas jiwanya. Jika hal tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan kita, maka kehidupan manusia akan tenang dan sejahtera.

  
Bab II. Pembahasan Masalah


Apakah SQ itu?

            SQ adalah singkatan dari Spiritual Quotient yang secara bahasa artinya kecerdasan spiritual atau jiwa. Secara istilah, SQ artinya kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita dan di luar jiwa sadar kita. Ia adalah kecerdasan yang dapat membantu manusia menyembuhkan dan membangun diri manusia secara utuh. Biasanya SQ dikait – kaitkan dengan hal yang religius atau keagamaan. Memang SQ sendiri merupakan kecerdasan yang berbeda dari kecerdasan lainnya. SQ adalah kecerdasan yang mendalam. Hal ini menyangkut hubungan antara diri kita dengan Tuhan.
            SQ adalah landasan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. SQ juga merupakan kecerdasan tertinggi kita. SQ adalah pusat dari kecerdasan. Jika digambarkan dengan sebuah lingkaran, SQ merupakan titik pusatnya dan yang di sekelilingnya adalah EQ yaitu kecerdasan emosional dan IQ yaitu kecerdasan intelektual. Kecerdasan ini mampu memberi makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku, dan kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ, EQ, dan SQ secara komprehensif. SQ dapat membuat kita merasa lebih dekat dengan Tuhan. Dan biasanya seseorang yang SQnya aktif, dia akan mengorientasikan hampir segala hal dalam hidupnya untuk Sang Pencipta.

Sikap orang yang dapat mengendalikan SQ

Segala sesuatu pasti ada ciri – cirinya. Begitu pula dengan orang yang dapat mengendalikan SQ. Cirinya ada banyak. Ciri - ciri orang yang memiliki memahami SQ kurang lebihnya:
  • Selalu menaati perintah Tuhan
Orang memiliki SQ akan selalu menjaga ibadahnya, dan selalu menaati perintah serta menjauhi larangan Tuhan
  • Peduli terhadap sesama
Mereka yang SQ-nya telah dikembangkan akan memiliki sikap peduli terhadap sesama. Karena mereka paham bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri.
  • Sabar
SQ dapat juga mempengaruhi kesabaran seseorang. Karena mereka tahu sabar itu dapat mempengaruhi jiwa mereka
  • Berhati-hati
Apabila seseorang dapat menyeimbankan SQ, maka akan membentuk kepribadian yang selalu berhati-hati dalam setiap kegiatanya. Mereka akan selalu merasa diawasi oleh Tuhan.
  • Rendah hati
Sikap seseorang akan dapat menjadi orang yang selalu merendah. Tidak pernah meremehkan orang lain, selalu menerima pendapat orang lain. Karena mereka tau bahwa mereka juga memiliki kekurangan, dan manusia tidak ada yang sempurna.
  • Sopan
Sikap yang selalu di utamakan adalah kesopanan mereka terhadap sesama. Mereka selalu ingin menghormati sesamanya, agar mereka juga dihormati.

Peran dan fungsi SQ

            Dari pembahasan sebelumnya, bisa kita simpulkan bahwa peran SQ sangatlah penting dalam kehidupan. SQ dapat membentuk kita menjadi pribadi yang berkarakter dan mampu menghadapi berbagai masalah di kehidupan. SQ juga dapat melindungi diri kita dari pengaruh negatif globalisasi. Pengaruh globalisasi di zaman sekarang kebanyakan membawa hal negatif. SQ bisa dijadikan sebuah tameng untuk menghadapinya. Dengan SQ juga, kita bisa menyeimbangkan IQ dan EQ kita. Sehingga dalam menghadapi rintangan apapun dalam kehidupan, SQ bisa membuat kita tetap berpikiran jernih dan tenang dalam menghadapinya. SQ juga dapat membuat kita merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Kesuksesan dalam hidup juga dapat diwujudkan dari SQ. Ini dikarenakan SQ merupakan titik seimbang dari IQ dan EQ. Jika kedua kecerdasan tersebut seimbang dan didasari dengan SQ, maka kesuksesan akan mudah diraih.

Faktor pengaktifan SQ

            Seperti hal – hal lainnya, SQ juga memiliki beberapa faktor sebelum dia aktif dan berkembang. Faktor utamanya adalah dukungan dari lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar ini meliputi banyak hal, diantaranya :

  1. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting untuk membentuk karakter seseorang. Jika orang tua mengetahui pentingnya SQ, mereka pasti akan menanamkan pelajaran untuk mengembangkan SQ untuk kepentingan anaknya. Karena SQ dapat membentuk anak menjadi berkarakter dan taat beragama.

  1. Lingkungan pertemanan
Teman adalah orang yang lebih lama bersama kita di kehidupan daripada orang tua kita. Hal itu karena, waktu di luar rumah bagi anak utamanya remaja lebih lama dibandingkan waktu berdiam diri di rumah. Selama di luar rumah, seorang anak pastilah bersama dengan teman – temannya. Oleh karena itu, teman sangat mempengaruhi pikiran anak. Jika temannya punya kecerdasan spiritual atau SQ, maka anak tersebut juga bisa mengembangkan SQnya dengan mengikuti perilaku temannya.

  1. Lingkungan masyarakat
Masyarakat adalah orang – orang yang ada di sekitar kita selain keluarga kita. Bisa jadi mereka adalah tetangga, orang yang masih asing dengan kita, dan sebagainya. Pengaruh lingkungan masyarakat juga cukup besar. Di lingkungan masyarakat dua hal yang biasanya diperhatikan remaja yaitu hal yang trend dan yang kuno. Biasanya anak remaja akan mengikuti trend. Jika trend dalam masyarakat masih menyangkut dengan SQ, maka anak remaja akan mengembangkan SQnya sesuai trend di sekitarnya.

Cara untuk mengendalikan SQ

            SQ adalah sebuah tameng bagi kehidupan kita. Untuk mengaktifkan tameng tersebut sebenarnya tidak perlu melakukan hal – hal yang berat. Kita hanya perlu melakukan beberapa hal sederhana. Hal – hal tersebut diantaranya :

  • Menjawab pertanyaan – pertanyaan yang menyangkut diri kita sendiri.
Maksudnya adalah menyadari tentang kedudukan kita di dunia. Biasanya dalam pikiran kita, ada banyak pertanyaan yang muncul di dalam kepala kita seputar diri kita sendiri. Misalnya :
  1. Siapa saya?
  2. Mengapa saya dilahirkan?
  3. Untuk apa saya hidup?
Memang jarang pertanyaan tersebut muncul dalam kepala kita. Tetapi, pertanyaan itu pasti pernah kita tanyakan dalam diri kita. Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya. Jika kita mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat, maka jiwa kita akan tenang. Ketenangan jiwa tersebut dapat menjadi salah satu faktor untuk mengaktifkan SQ.

  • Menyatakan kesungguhan untuk merubah diri.
Keterkaitannya dengan SQ, yaitu kesadaran mereka terhadap hal yang salah dalam dirinya dan ingin menggantinya menjadi lebih baik. Kesadaran diri juga termasuk salah satu bagian dari SQ. Maka, jika ingin SQ kita aktif, cobalah untuk menyadari kesalahan dalam diri kita lalu ubahlah menjadi sesuatu yang jauh lebih baik.

  • Mendasarkan segala kegiatan sebagai pengabdian untuk Tuhan.
Maksudnya adalah segala hal yang kita lakukan, anggaplah sebagai pengabdian kita kepada Tuhan. Dengan begitu, kita punya motivasi untuk bekerja dengan sebaik – baiknya. Memiliki motivasi yang kuat merupakan salah satu langkah mengembangkan SQ.

  • Sadarilah bahwa Tuhan selalu melihat kita.
Dengan menyadari bahwa Tuhan selalu mengawasi kita, kita akan lebih berhati – hati dalam bersikap dan bertindak. Kita akan selalu mencoba untuk melakukan hal baik, utamanya ibadah. Ibadah akan membuat hati kita tenang dan tentram. Pikiran kita setelah beribadah pun akan terasa jernih. Itu karena SQ kita bekerja dan jika sering dilakukan, SQ akan terus berkembang.

            Cara di atas terlihat susah dilakukan. Hal itu karena SQ merupakan kecerdasan yang tinggi dan mendalam di jiwa kita. Oleh karena itu, untuk mengaktifkannya juga diperlukan pemikiran yang mendalam dan ketenangan. Hal tersebut memang susah dijalani jika kita tidak punya motivasi kuat untuk menjadikan diri kita lebih baik dan membuat SQ kita lebih aktif dan berkembang. Apalagi pengaruh globalisasi yang makin menerjang kehidupan manusia. Pengaruh negatif globalisasi lebih cepat menyebar daripada pengaruh negatif. Tanpa SQ, kita akan kesulitan menghalaunya. Dan jika terlanjur terpengaruh, SQ kita akan tertutup dan kita akan kehilangan ketenangan jiwa kita. Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan SQ perlahan – lahan supaya kita terhindar dari hal – hal negatif.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar